Memarkah Bola

July 30, 2009, 5:28 pm

Kategori: The Referee

Oleh: Ray Hindarto untuk GOLF PUNK INDONESIA

Sepertinya memarkah sebuah bola bukan pekerjaan yang membutuhkan inteligensia seorang Einstein untuk melakukannya dengan benar, tetapi kenyataannya banyak pegolf baik profesional maupun amatir melakukannya dengan tidak benar, baik cara maupun dari segi prosedurnya.

Bola yang akan diangkat di atas putting green harus diberi pemarkah terlebih dahulu, disarankan memakai koin kecil, meski memakai benda kecil apapun sah-sah saja. Bahkan menggores garis di atas permukaan green di belakang bola dibolehkan Peraturan, tetapi tentunya tidak dianjurkan kalau tidak ingin di pelototi green keeper lapangan.

Metoda Memarkah Posisi Bola

Catatan pada Per. 20-1 menyatakan bahwa " posisi sebuah bola yang akan diangkat hendaknya dimarkah dengan menaruh pemarkah-bola, koin kecil atau benda lain serupa langsung di belakang bola tersebut." Jadi cara di atas hanya berupa rekomendasi dari kedua Badan Peraturan Dunia, tetapi tidak ada penalti kalau catatan itu tidak dituruti. Sebagai contoh pemarkah bola boleh-boleh saja ditaruh disisi manapun dari bola, kiri-kanan, depan atau pun belakang bola, yang penting, saat bola ditaruh kembali, bola harus dikembalikan ke posisi asal semula dengan cermat. Bagaimana pun, diperlukan kehati-hatian jika pemarkah-bola ditaruh di depan bola kalau dalam prosesnya pemain melakukan sesuatu yang dapat dianggap memperbaiki rumput yang naik - penalti dua pukulan. Menaruh pemarkah-bola di depan bola tidak direkomendasikan, tetapi bukan merupakan pelanggaran berdasarkan Peraturan.

Bagaimana pun tidak dibenarkan memakai tanda noda/cacat di atas putting green sebagai titik referensi posisi bola. Hakekatnya, posisi bola selalu harus ditandai melalui suatu tindakan, yaitu diberi pemarkah atau dengan menggores garis.

Tour pegolf profesional pada hard cardnya umumnya menetapkan dan mewajibkan bola pemain dimarkah di belakang bola memakai koin kecil sebagai pemarkah-bolanya.

Memperbaiki Kondisi Akibat Pemarkah-Bola Meski memakai benda yang serupa untuk menandai posisi bola yang dibolehkan termasuk, menempatkan ujung kepala putter di pinggir bola atau di belakang bola, memakai tee, memakai benda-alam-lepas (daun kering atau selembar kelopak bunga), yang sesungguhnya tidak disarankan karena mudah sekali ditiup angin dan dengan menggoreskan garis di atas permukaan green (asal jangan mengetes green), amat tidak dianjurkan menancapkan tee atau pun pemarkah-bola dari plastik bundar yang ada ujungnya, karena seringkali saat tee atau pemarkah-bola dari plastik dicabut, tanah atau rumput ikut naik di belakang bola. Kenyataannya banyak pemain yang mencoba memperbaiki "kerusakan" itu dengan menekannya dengan telunjuk yang mengakibatkan si pemain dikenai penalti dua-pukulan berdasarkan Per.1-2. Hakekatnya, kerusakan atas kondisi apapun yang diakibatkan si pemain sendiri - yang empunya bola (pasir dibunker, permukaan putting green akibat paku sepatu

dsbnya) TIDAK BOLEH diperbaiki kembali ke keadaan semula. Berbeda jika kerusakan terjadi belakangan (tadinya tidak ada kerusakan tersebut saat bola sudah berhenti) yang diakibatkan ulah pemain lain/sesama-kompetitor setelah bola berhenti, maka kerusakan tersebut boleh-boleh saja diperbaiki dan dikembalikan seperti ke kondisi semula.

Prosedur Memarkah Bola

Di atas putting green Anda dizinkan untuk memarkah posisi bola dan selanjutnya mengangkat bola itu untuk dibersihkan . Para pemain lain atau kedi boleh-boleh saja memarkah bola Anda. Bagaimana pun hanya Anda sebagai si empunya bola dan partner Anda boleh mengangkat bola atau orang lain (termasuk kedi) dengan perintah si pemain empunya bola. Yang boleh mengembalikan bola adalah pemain si empunya bola dan orang yang mengangkatnya. Pelanggaran diganjar penalti satu-pukulan.

Memarkah Bola Ke samping

Jika pemarkah-bola mengganggu atau menghalangi permainan, ancang-ancang atau pukulan pemain lain, bola hendaknya di taruh satu panjang kepala klab putter atau lebih ke samping. Ini bisa dilakukan dengan mengukurkan satu kepala putter atau lebih, langsung dari sisi bola atau pemarkah-bola. Agar akurasi menaruh-kembali bola ke tempat semula dengan saksama terjamin, langkah-langkah yang dipakai untuk memindahkan bola atau pemarkah-bola ke samping hendaknya dilakukan dengan menjalankan langkah-langkah sebaliknya.

Pastikan Garis Putt Pemain Lain Jangan Terinjak Umumnya para pegolf amatir sudah mengerti untuk menghindari menginjak garis putt pemain lain saat memarkah bolanya sendiri, dengan memastikan memutar berjalan di belakang pemarkah-bola pemain lain, ketimbang memotong dan melonjati garis putt pemain lain. Seperti diketahui, lekukan bekas tapak sepatu pada garis putt dapat membelokkan putt dari garis putt yang diinginkan. Bagaimana pun, pegolf tenar Michelle Wie saat bermain pada turnamen profesional LPGA sebagai amatir ditegur oleh sesama-kompetitornya yang pegolf profesional, karena menginjak 'garis putt lewat hole'

(through-line) pemain lain. Pikir Michelle, bahwa ia sudah amat berhati-hati tidak menginjak garis putt pemain lain, padahal Wie tidak menyadari bahwa garis lewat hole pun merupakan area sakral yang tidak boleh diinjak, karena kalau pemain bersangkutan mem-putt kebablasan melewati hole dan akan memputt kembali hole, tentu tidak ada yang suka garis puttnya menjadi rusak.

Moralnya, saat memarkah bola kita, perhatikan "line of putt dan through-line' pemain lain!