Warning: mysql_fetch_array(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in /home/bicara/public_html/web/artikel_detail.php on line 19
BicaraGolf - Situs Resmi Asosiasi Wasit Golf Indonesia, Peraturan Golf Indonesia, Penjelasan Peraturan Golf, Etika Golf, Golf Indonesia

Evaluasi 2007 Jakarta Golf Championship

June 16, 2007, 4:02 pm

Kategori:

Turnamen ini akhirnya menjadi kenyataan setelah melalui berbagai halangan dan kendala. Bravo Pengda PGI DKI!!! Kejuaraan yang diselenggarakan oleh Pengda PGI DKI dengan pengabsahan (sanctioned by) PGPI dilaksanakan di EMERALDA Golf & Country Club pada tanggal 11 Juni (Monday-Q) dan event utama dari tanggal 12 Juni sampai dengan 15 Juni 2007 melalui individual stroke play 72 hole dengan hadiah total Rp 200 juta.

Peserta:
Monday-Qualifying
Sebenarnya 86 tour card holder berhak untuk mengikuti turnamen ini, namun hanya 61 yang mengambil bagian, sehingga  86-61 = 25 spot ditambahkan bagi spot yang diperebutkan pada Monday Q, sehingga spot total yang diperebutkan adalah 42 spot pada hari Senin.
Monday Q diikuti 52 peserta, baik pegolf professional maupun amatir.
11 pegolf profesional turut mengambil bagian, namun yang berhasil lolos hanya 4 orang.
Main event:

61 tour card holder PGPI ambil bagian, pegolf asing amatir yang exempt 4 orang dan 11 pegolf profesional dari mancanegara, meski bukan pemain top di negara masing-masing, antara lain dari Afrika Selatan, Thailand, Korea Selatan, Philipina, Singapura, Amerika Serikat, dan Jepang.
Total: 146 peserta yang turut serta dalam main event yang dimulai Selasa, 12 Juni 2007.
Cut-Off
Cut-off dilakukan seperti lazimnya setelah 36 holes, yaitu 40 + ties.
Hasil akhir yang lolos terdiri dari 31 profesional dan 11 amatir. Sementara profesional PGPI mempertanyakan, mengapa cutt-off tidak dipisahkan antara para profesional dan para amatir? Sederhana saja, cut-off tidak mengenal perbedaan antara amatir dan profesional yang dari semula juga sudah bermain secara setara di semua lini, termasuk 5 peserta wanita yang wajib bermain dari black tee dan memakai celana panjang yang menjadi ketentuan tour PGPI. Para profesional jika tidak mau tersingkir oleh para amatir dalam perebutan spot di Monday-Q, ya silahkan latihan lebih keras lagi! Sebaliknya juga, jika para pegolf wanita ingin lolos cut-off, silahkan berlatih dengan Spartan, agar lolos ke hari ke-3 dan ke-4 (final), seperti juga yang menjadi mimpi dan cita-cita Michelle Wie untuk lolos cut off di suatu turnamen PGA TOUR. Jadi, tidak ada jatah-jatahan atau quota untuk siapa pun.

Persiapan Lapangan dan Pelaksanaan:
Kondisi lapangan secara umum amat baik, kecepatan green adalah 10.5 pagi hari dan 11 pada stimpmeter pada siang hari. Bagaimanapun, kondisi daya tangkap green tidak terlalu sempurna (agak keras). Seharusnya a well struck middle iron, mestinya bisa berhenti, namun pada beberapa green, bola tidak berhenti karena permukaannya agak keras.
Rough tidak terlampau menyulitkan, karena memang tidak diinginkan lapangan yang terlampau sulit, karena lapangan Emeralda sudah cukup panjang.
Course marking dilakukan beberapa minggu sebelum turnamen dan semua flower beds dicabut tanda GUR dan dinyatakan sebagai area yang harus dimainkan sebagaimana adanya (no free relief).
Lokasi hole: Seperti lazimnya, lokasi hole tidak ditempatkan di tempat yang tricky, konsep letak hole yang semakin sulit sesuai progress kejuaraan tidak diikuti, melainkan setiap hari ditempatkan di posisi 6 yang sulit, 6 yang menengah, dan 6 yang mudah.
Juga diperhatikan posisi hole tidak terlampau menguntungkan pemain dengan andalan pukulan dasar draw ataupun yang dengan fade.
Setiap 9 holes, dipastikan 4 hole di sebelah kiri green dan 4 hole di sebelah kanan green dan satu di centre sehingga adil untuk semua pemain.
Diusahakan radius 0.90 m sekeliling hole kemiringannya uniform (diameter 1.80 m), bagaimanapun juga ada saja hole yang dilaksanakan dengan tidak sempurna.
Pengarahan caddie
Sebelum turnamen dimulai, para caddie dan forecaddie diberikan pengarahan apa yang boleh dan yang tidak boleh mereka lakukan saat turnamen berlangsung.

Cuaca:
Turnamen 2007 Jakarta Golf Championship beruntung karena cuaca sangat bersahabat, dan tidak ada hujan setitik pun yang turun selama turnamen berlangsung, namun angin kadang-kadang bertiup dengan cukup kuat.

Evaluasi Pelanggaran Peraturan:
Secara umum, para pemain kalaupun melanggar Peraturan, tidak melakukannya dengan niat berbuat curang, sehingga suasana sportif amat terasa.
Bagaimanapun, kami para Rules Officials mempunyai kesan kuat bahwa para peserta tidak atau malas membaca semua Ketentuan Pertandingan, Peraturan Setempat, Pace of Play dengan tuntas dan seksama; ini amat disayangkan.

  • Pada hole pertama River, beberapa pemain masih saja ingin mendrop bolanya mengambil pembebasan di samping letak area bolanya yang langsung masuk kolam di depan tee. Cara ini baru sah, apabila bola semula masih sempat menyentuh area di luar margin patok merah dan baru melintas batas patok merah (last point of entry)!
  • Pada kejadian bola pemain berada di dekat tembok/jalan umum yang membatasi lapangan dan yang dinyatakan sebagai di luar batas lapangan, maka pemain jika ayunan/ancang-ancangnya terganggu tidak bisa minta free relief, karena tembok/jalan umum berada di luar lapangan dan oleh karenanya statusnya bukanlah suatu obstruksi-permanen, namun pemain tentunya selalu boleh menyatakan bolanya tak-dapat-dimainkan dengan penalti satu pukulan, dan mempunyai 3 pilihan pembebasan. Per. 28c memberikan pembebasan dalam batas dua-panjang klab dari letak bola, tidak lebih mendekati hole.
  • Sehubungan dengan bola tak-dapat-dimainkan (unplayable ball), masih ada saja sementara pemain di hole 12 (Lake) yang bolanya masuk di flower bed yang bukan GUR, berpikir boleh mendapatkan pembebasan otomatis di samping area flower bed, padahal jika Per. 28c ingin diberlakukan, dua panjang klab HARUS diukur dari letak bola asal di flower bed, yang kadang kala mengakibatkan pemain masih harus mendrop di flower bed! Bagaimanapun opsi Per. 28b masih terbuka, yaitu dengan menarik garis lurus melalui hole dan letak bola asal dan mendrop di garis di belakang letak bola asal, tanpa batas.

Pace of Play, secara garis besar masih terkontrol meski di sana-sini para pemain masih harus diperingati, namun mereka masih sempat memperbaiki posisi, sehingga tidak ada penalti yang dijatuhkan.

Tata perilaku:
Penyusun merasa prihatin karena mendapat laporan dari orang tua peserta amatir, bahwa ada profesional PGPI yang kurang ramah dan bersahabat dan tambahan yang amat mengganggu adalah kata-kata umpatan setiap kali bola tidak baik dipukul (a four letter word) dalam bahasa Inggris. Saya pribadi atas nama Komite minta maaf dan berjanji akan menegur yang bersangkutan. Sponsor pemain pro bersangkutan sudah dilaporkan dan mereka juga akan menanganinya dengan segera.
Bagaimanapun, seorang pro setiap saat hendaknya selalu bersikap sebagai seorang gentlemen (ksatria) dan memberi contoh kepada masyarakat golf, bagaimana bersikap yang santun.
Penyusun juga menegur beberapa pemain pro "yang lupa" membuka topinya saat menyalami sesama kompetitornya di grupnya setelah menyelesaikan hole ke-18.

Akhir kata,
Memang pekerjaan rumah kita masih banyak dan oleh karenanya, kami Komite Pertandingan minta maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan kami, semoga di kemudian hari kami bisa berbuat dengan lebih baik lagi.

Bahwa seorang pegolf amatir (Andik) menjuarai suatu turnamen profesional amat menggembirakan, namun sekaligus menandakan sinyal lampu kuning bagi para profesional PGPI, karena tidak saja juaranya seorang amatir, namun beberapa posisi di top 10 juga banyak diduduki para pegolf amatir. Jelas ini antara lain disebabkan para amatir kita lebih terekspos pada turnamen dibanding para profesional kita, ini terlebih lagi hendaknya diterima sebagai "alarm" bahwa para profesional kita amat membutuhkan turnamen-turnamen untuk mengasah keterampilan dan mental bertanding mereka.

Semoga para stakeholder menyadari hal ini, dan tidak selalu menekankan bahwa para profesional kita tidak ada yang laku dijual, seolah-olah mengingatkan agar para calon sponsor menyadari hal ini dan jangan lagi mensponsori para profesional kita!

Terima kasih dan apresiasi kami yang mendalam atas kerja sama  pengurus PGI DKI, khususnya rekan-rekan Panitia Penyelenggara (Organizing Committee) yang telah bekerja bahu-membahu saat persiapan dan penyelenggaraan turnamen ini dengan amat baik, semoga event ini dapat berlangsung setiap tahun sebagai kalender tetap Pengda PGI DKI.*****

Disusun: Ray Hindarto, direktur turnamen

    Artikel Sebelumnya di kategori ini:
    Warning: mysql_fetch_array(): supplied argument is not a valid MySQL result resource in /home/bicara/public_html/web/artikel_detail.php on line 123